This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 14 April 2011
Kejari Blangpidie Didesak Aktif Berantas Korupsi
Posted by STRUKTUR
22.18, under Harian Serambi Indonesia | No comments
Sat, Apr 2nd 2011, 09:54
BLANGPIDIE – Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC-IMM) Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Blangpidie untuk lebih aktif lagi dalam menuntaskan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kabupaten Aceh Barat Daya. Pasalnya, dari beberapa kasus dugaan korupsi yang telah ditetapkan tersangkanya oleh pihak Kejari Blangpidie, hingga kini belum dituntaskan dan terkesan mengambang. “Buktinya, pejabat yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi, terlihat ‘adem ayem‘ dan terkesan seperti tidak adanya proses hukum lanjutan untuk menyeret para pejabat tersebut ke meja hijau. Kondisi itu memunculkan tandatanya bagi masyarakat Abdya. Sebab setelah sempat muncul di media akhirnya kasus tersebut malah mendingin,” tulis Ketua Umum PC IMM Abdya, Julida Fisma dalam rilis yang diterima Serambi, Jumat (1/4).
Yufrizal Dihukum Tiga Bulan
Posted by STRUKTUR
22.16, under Harian Serambi Indonesia | No comments
Sat, Apr 2nd 2011, 09:44
Kasus Penyerobotan Lahan SD
Yufrizal Dihukum Tiga Bulan
BLANGPIDIE - Drs Yufrizal S Umar MSi yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penyerobotan lahan dan perusakan lokasi pagar SD Negeri 1 (SD Senter) Blangpidie, Kamis (31/3), divonis hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan selama enam bulan. Vonis Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan, yang diketuai H Ratmoho SH MH (Ketua PN Tapaktuan), dan dua hakim anggota masing-masing, Muhammad Kasim SH, dan Hasnul Tambunan SH itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adenan Sitepu SH dari Kejari Blangpidie yang dalam sidang sebelumnya menuntut terdakwa 6 bulan penjara dengan hukuman percobaan selama satu tahun.
Gubernur belum Respons Surat Pimpinan Dewan Abdya
Posted by STRUKTUR
22.15, under Harian Serambi Indonesia | No comments
Fri, Apr 1st 2011, 08:29
Gubernur belum Respons Surat Pimpinan Dewan Abdya
* Terkait Penggunaan Alat Kelengkapan Dewan yang Lama
BLANGPIDIE – Surat Pimpinan DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) kepada Gubernur Aceh yang meminta pertimbangan hukum menyangkut penggunaan alat kelengkapan dewan yang lama, hingga Kamis (31/3), belum direspons. Dampkanya aktivitas lembaga terhormat itu menjadi vakum (tanpa aktivitas) selama kurun waktu lima bulan belakangan.
Mantan Kepala Bappeda tak Penuhi Panggilan Kejati
Posted by STRUKTUR
22.13, under Harian Serambi Indonesia | No comments
Fri, Apr 1st 2011, 08:23
Kasus Saluran Pembuang Abdya
Mantan Kepala Bappeda tak Penuhi Panggilan Kejati
BANDA ACEH - Mantan Kepala Bappeda Aceh Barat Daya Ir Yunus Mawardi SH mangkir alias tindak memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis (31/3). Pihak Kejati mengatakan tidak menerima pemberitahuan tentang alasan ketidakhadiran Yunus Mawardi yang juga pernah menjabat sebagai sekretaris daerah (sekda) Abdya.
Listrik Kembali Padam Jelang Magrib
Posted by STRUKTUR
22.10, under Harian Aceh | No comments
Listrik Kembali Padam Jelang Magrib
Pantai Barat - 7 April 2011 | 0 Komentar
Blangpidie | Blangpidie – Dalam tiga hari terakhir ini warga Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) megeluh terhadap PLN ranting Blangpidie. Pasalnya, jelang magrib listrik kembali padam sampai beberapa jama. Akibatnya, kegiatan warga menjadi terganggu.
”Masak sudah memasuki Bulan April tahun 2011 tapi listrik masih padam terutama jelang magrib, itu kan sudah menganggu warga beribah dan bekerja. Seharusnya mereka (PLN) jeli melihat penderitaan warga,” kata Abu Yus, warga Kecamatan Lembah Sabil, Rabu (6/4).
”Masak sudah memasuki Bulan April tahun 2011 tapi listrik masih padam terutama jelang magrib, itu kan sudah menganggu warga beribah dan bekerja. Seharusnya mereka (PLN) jeli melihat penderitaan warga,” kata Abu Yus, warga Kecamatan Lembah Sabil, Rabu (6/4).
Kasus Pemerasan Pimpinan Pesantren Terkesan Didiamkan
Posted by STRUKTUR
22.08, under Harian Aceh | No comments
Kasus Pemerasan Pimpinan Pesantren Terkesan Didiamkan
Pantai Barat - 5 April 2011 | 0 Komentar
Blangpidie | Harian Aceh – Kasus dugaan pemerasan terhadap pimpinan pesantren di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terkesan didiamkan. Komisi Nasional-Pengawasan Aparatur Negara (Komnas-Waspan) Abdya meminta agar kasus itu segera diungkap.
Pj Ketua Komnas-Waspan Abdya Irfan Faisal SH kepada Harian Aceh Senin (4/4) mengungkapkan kekesalannya terhadap kebobrokan yang kian meningkat di internal Disdik Abdya yang tidak bisa diatasi oleh pejabat berwenang di dalam intansi tersebut. “Salah satu contoh kecil tapi sangat memalukan yang kita ambil adalah kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh salah seorang kepala bidang di disdik abdya terhadap para pimpinan pesantren,” ungkapnya.
Kamis, 31 Maret 2011
PC IMM Aceh Barat Daya
Posted by STRUKTUR
21.23, under | No comments
Tentang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Kini ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dihitung dari kelahirannya pada tanggal 29 Syawal 1384 H bertepatan dengan tanggal 14 Maret 1964, telah berumur 47 tahun. Sebagai salah satu organisasi otonom dalam muahmmadiyah, IMM menegaskan diri sebagai organisasi kader yang memiliki peran strategis bagi keberlangsungan dan penyempurnaan gerakan Muhammadiyah. Kelahiran dan kehadirannya di pentas gerakan kepemudaan dan kemahasiswaan bukanlah suatu peristiwa kebetulan dalam sejarah, melainkan akan pentingnya kaderisasi dalam melanjutkan visi dan misi perjuangan cita-cita K.H. Ahmad Dahlan. Oleh karena itu IMM Merupakan suatu keharusan sejarah bagi perjalanan persyarikatan.
A. Pengertian dan sejarah kelahiran IMM
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah salah satu organisasi otonom Muhamadiyah yang notabene dari kaum terpelajar yaitu mahasiswa. Tujuannya adalah untuk menyiapkan kader islam yang khas dalam aspek normatif serta ideologis Muhammadiyah yaitu amar ma’ruf nahi munkar. Pemikiran untuk membentuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sudah sejak tahun 1958, kemudian pada tahun 1962 diselenggarakan konggres mahasiswa Muhammadiyah di yogyakarta pada tanggal 26 Syawal 1384 H yang bertepatan dengan tanggal 14 maret 1964 M, organisasi ini (IMM) resmi berdiri. Kemudian mengadakan musyawarah nasional ke-1 di Solo pada tanggal 1 – 5 Maret 1965 dan menegaskan diri sebagai gerakan mahasiswa islam berskala nasional, yang lebih terkenal dengan Deklarai kota barat.
B. Faktor / Pengaruh Berdirinya IMM
1. Situasi Sosio Kultural Kehidupan negara yang mengalami konflik nasional berkepanjangan dengan adanya Dekrit Persiden 5 juli 1959 serta pemberontakan G 30 S PKI, juga berbagai peristiwa di bidang ekonomi, sosial dan politik yang akhirnya menyebabkan pola pikir dan pola hidup rakyat Indonesia berubah.
2. Situasi Kemahasiswaan Situasi kemahasiswaan pad amasa itu adlaah merupakan kondisi organisasi mahasiswa yang terkotak-kotak dalam bingkai politik sehingga orientasi gerakannya sudah tidak murni lagi (menyimpang). Latar belakang inilah yang mendorong assabiqubal awwalun IMM seperti Djasman Al-Kindi, Sudibyo Markus, R. Sholeh, M. Arif, Amin Rais dan lain-lainnya.
C. Identitas IMM
Secara histori-normatif IMM digagas dan disosialisasikan melalui peranan dan kulturisasi tiga ide dasar sebagai identitas gerakan yaitu :
1. Intelektualitas Sebagai kaum intelektual yang harus berpikir secara rasional atau ilmiah maka IMM membangun tradisi intelektual dan wacana pikiran adalah langkah yang pertama dan utama. Hal ini dilaksanakan dengan pencerahan intelektual (Intelektual enlightment) dengan modl pendekatan individualisasi (upaya mengoptimalkan potensi oleh kesadaran dan penyadaran individu).
2. Religiusitas Orang yang berilmu harus punya moralitas yang baik untuk dapat dipertanggungjawabkan pada dirinya sendiri, ornag lain, masyarakat dan tuhannya. Agar tidak bebas nilai maka intelektual itu diperkuat dan dipertajam melalui hati nuraninya dengan Quwwatul aqidah (tauhid) secara kontinyu serta terarah dengand asar tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan masyarakat.
3. Humanitas Kebenaran melakukan aktualisasi dari keduanya diatas adlaah sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi, dengan mengokohkan dan merealisasikan di masyarakat luas dalam rangka memberikan jawaban dengan amaliah nyata, dan inilah eksistensinya (Courage to be). Dalam tatanan praktisnya IMM harus maupun berhubungan dengan segala pluralitas masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai kebajikan. Dengan tiga ide dasar kultur gerakan inilah IMM akan solid esktrabilished dan terus berkembang secara menyeluruh sesuai tujuannya.
D. Prinsip IMM
Untuk mengembangkan kedepannya yang semakin banyak tantangan, maka perlu sebuah prinsip sebagai bekal semangat (ghiroh) serta dasar atau landasan perjuangannya.
1. IMM adalah merupakan organisasi kader yang bergerak dibidang kemahasiswaan, keagamaan dan kemasyarakatan. -IMM adalah organisasi mahasiswa yang bergerak dibidang da’wah dengan ciri khas Muhammadiyah.
2. IMM adlah organisasi kader dan bukan organisasi massa untuk kepentingan kelompok tertentu.
3. Landasan berfikir dan bertindak IMM adalah Al Qur’an Assunah dan ijtihad.
4. Sebagai semboyan IMM adalah “Fastabiqul Khoirot” yaitu berlomba-lomba dalam kebajikan.
5. Motto atau jargon IMM adalah :
•Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual.
•Rajin kuliah, aktif dalam organisasi, taat beribadah, dan sukses dalam berprestasi.
E. Struktur Kepemimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
1. Dewan Pimpinan Pusat adlah jenjang kepemimpinan IMM tingkat Nasional
2. Dewan Pimpinan daerah adalah jenjang kepemimpinan IMM tingkat wilayah Muhammadiyah atau tingkat propinsi
3. Dewan Pimpinan Cabang adalah jenjang kepemimpinan IMM tingkat daerah Muhammadiyah atau tingkat Daerah Kabupaten / Kotamadya (Dati II)
4. Pimpinan Korkom adalah jenjang kepemimpinan IMM ditingkat perguruan tinggi sebagai pembantu pimpinan cabang, setelah garis koordinasinya cari cabang langsung ke Komisariat
5. Pimpinan komisariat adalah jenjang kepemimpinan IMM di tingkat fakultas atau jurusan diperguruan tinggi
F. Bentuk dan Arti Lambang IMM
Bentuk: Perisai Pena
Berarti lambang orang yang menuntut ilmu.
Berlapis tiga maknanya : Iman, Islam dan Ikhsan atau Iman, Ilmu dan Amal.
WARNA
Hitam : Kekuatan, ketabahan, dan keabadian.
Kuning : Kemuliaan tujuan.
Merah : Keberanian dalam berfikir, berbuat dan bertanggung jawab.
Hijau : Kesejahteraan.
Putih : Kesucian
GAMBAR
Sinar Muhammadiyah : Lambang Muhammadiyah.
Melati : IMM sebagai kader muda Muhammadiyah
Tulisan dalam pita : Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebajikan)
Tulisan IMM : Singkatan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Kini ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dihitung dari kelahirannya pada tanggal 29 Syawal 1384 H bertepatan dengan tanggal 14 Maret 1964, telah berumur 47 tahun. Sebagai salah satu organisasi otonom dalam muahmmadiyah, IMM menegaskan diri sebagai organisasi kader yang memiliki peran strategis bagi keberlangsungan dan penyempurnaan gerakan Muhammadiyah. Kelahiran dan kehadirannya di pentas gerakan kepemudaan dan kemahasiswaan bukanlah suatu peristiwa kebetulan dalam sejarah, melainkan akan pentingnya kaderisasi dalam melanjutkan visi dan misi perjuangan cita-cita K.H. Ahmad Dahlan. Oleh karena itu IMM Merupakan suatu keharusan sejarah bagi perjalanan persyarikatan.
A. Pengertian dan sejarah kelahiran IMM
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah salah satu organisasi otonom Muhamadiyah yang notabene dari kaum terpelajar yaitu mahasiswa. Tujuannya adalah untuk menyiapkan kader islam yang khas dalam aspek normatif serta ideologis Muhammadiyah yaitu amar ma’ruf nahi munkar. Pemikiran untuk membentuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sudah sejak tahun 1958, kemudian pada tahun 1962 diselenggarakan konggres mahasiswa Muhammadiyah di yogyakarta pada tanggal 26 Syawal 1384 H yang bertepatan dengan tanggal 14 maret 1964 M, organisasi ini (IMM) resmi berdiri. Kemudian mengadakan musyawarah nasional ke-1 di Solo pada tanggal 1 – 5 Maret 1965 dan menegaskan diri sebagai gerakan mahasiswa islam berskala nasional, yang lebih terkenal dengan Deklarai kota barat.
B. Faktor / Pengaruh Berdirinya IMM
1. Situasi Sosio Kultural Kehidupan negara yang mengalami konflik nasional berkepanjangan dengan adanya Dekrit Persiden 5 juli 1959 serta pemberontakan G 30 S PKI, juga berbagai peristiwa di bidang ekonomi, sosial dan politik yang akhirnya menyebabkan pola pikir dan pola hidup rakyat Indonesia berubah.
2. Situasi Kemahasiswaan Situasi kemahasiswaan pad amasa itu adlaah merupakan kondisi organisasi mahasiswa yang terkotak-kotak dalam bingkai politik sehingga orientasi gerakannya sudah tidak murni lagi (menyimpang). Latar belakang inilah yang mendorong assabiqubal awwalun IMM seperti Djasman Al-Kindi, Sudibyo Markus, R. Sholeh, M. Arif, Amin Rais dan lain-lainnya.
C. Identitas IMM
Secara histori-normatif IMM digagas dan disosialisasikan melalui peranan dan kulturisasi tiga ide dasar sebagai identitas gerakan yaitu :
1. Intelektualitas Sebagai kaum intelektual yang harus berpikir secara rasional atau ilmiah maka IMM membangun tradisi intelektual dan wacana pikiran adalah langkah yang pertama dan utama. Hal ini dilaksanakan dengan pencerahan intelektual (Intelektual enlightment) dengan modl pendekatan individualisasi (upaya mengoptimalkan potensi oleh kesadaran dan penyadaran individu).
2. Religiusitas Orang yang berilmu harus punya moralitas yang baik untuk dapat dipertanggungjawabkan pada dirinya sendiri, ornag lain, masyarakat dan tuhannya. Agar tidak bebas nilai maka intelektual itu diperkuat dan dipertajam melalui hati nuraninya dengan Quwwatul aqidah (tauhid) secara kontinyu serta terarah dengand asar tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan masyarakat.
3. Humanitas Kebenaran melakukan aktualisasi dari keduanya diatas adlaah sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi, dengan mengokohkan dan merealisasikan di masyarakat luas dalam rangka memberikan jawaban dengan amaliah nyata, dan inilah eksistensinya (Courage to be). Dalam tatanan praktisnya IMM harus maupun berhubungan dengan segala pluralitas masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai kebajikan. Dengan tiga ide dasar kultur gerakan inilah IMM akan solid esktrabilished dan terus berkembang secara menyeluruh sesuai tujuannya.
D. Prinsip IMM
Untuk mengembangkan kedepannya yang semakin banyak tantangan, maka perlu sebuah prinsip sebagai bekal semangat (ghiroh) serta dasar atau landasan perjuangannya.
1. IMM adalah merupakan organisasi kader yang bergerak dibidang kemahasiswaan, keagamaan dan kemasyarakatan. -IMM adalah organisasi mahasiswa yang bergerak dibidang da’wah dengan ciri khas Muhammadiyah.
2. IMM adlah organisasi kader dan bukan organisasi massa untuk kepentingan kelompok tertentu.
3. Landasan berfikir dan bertindak IMM adalah Al Qur’an Assunah dan ijtihad.
4. Sebagai semboyan IMM adalah “Fastabiqul Khoirot” yaitu berlomba-lomba dalam kebajikan.
5. Motto atau jargon IMM adalah :
•Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual.
•Rajin kuliah, aktif dalam organisasi, taat beribadah, dan sukses dalam berprestasi.
E. Struktur Kepemimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
1. Dewan Pimpinan Pusat adlah jenjang kepemimpinan IMM tingkat Nasional
2. Dewan Pimpinan daerah adalah jenjang kepemimpinan IMM tingkat wilayah Muhammadiyah atau tingkat propinsi
3. Dewan Pimpinan Cabang adalah jenjang kepemimpinan IMM tingkat daerah Muhammadiyah atau tingkat Daerah Kabupaten / Kotamadya (Dati II)
4. Pimpinan Korkom adalah jenjang kepemimpinan IMM ditingkat perguruan tinggi sebagai pembantu pimpinan cabang, setelah garis koordinasinya cari cabang langsung ke Komisariat
5. Pimpinan komisariat adalah jenjang kepemimpinan IMM di tingkat fakultas atau jurusan diperguruan tinggi
F. Bentuk dan Arti Lambang IMM
Bentuk: Perisai Pena
Berarti lambang orang yang menuntut ilmu.
Berlapis tiga maknanya : Iman, Islam dan Ikhsan atau Iman, Ilmu dan Amal.
WARNA
Hitam : Kekuatan, ketabahan, dan keabadian.
Kuning : Kemuliaan tujuan.
Merah : Keberanian dalam berfikir, berbuat dan bertanggung jawab.
Hijau : Kesejahteraan.
Putih : Kesucian
GAMBAR
Sinar Muhammadiyah : Lambang Muhammadiyah.
Melati : IMM sebagai kader muda Muhammadiyah
Tulisan dalam pita : Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebajikan)
Tulisan IMM : Singkatan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Rabu, 30 Maret 2011
Lakalantas di Tangan-tangan, Labi-labi dan Kijang Ringsek
Posted by STRUKTUR
23.52, under | No comments
BLANGPIDIE - Kecelakaan lalulintas (lakalantas), terjadi di kawasan Jalan Nasinal Tapaktuan – Meulaboh, tepatnya diperbatasan Desa Keude Siblah, dan Desa Suak Nibong Kecamatan Tangantangan , Selasa (29/3) sekira pukul 17.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun satu unit mobil angkutan (Labi-labi) dilaporkan ringsek akibat kecelakaan ala laga kambing dimaksud.
Informasi yang berhasil di himpun The Abdyanews.com, dilapangan menyebutkan, kejadian naas itu terjadi ketika mobil jenis Kijang dengan nomor Polisi (Nopol) BL 785 T yang melaju dari Blangpidie Tapaktuan, Aceh selatan, bertabrakan dengan sebuah mobil penumpang jenis Labi-labi BL 1310 A di jalan dimaksud. “Mobil yang bertabrakan itu berbeda jalur, yang satu jalur kiri dan satunya lagi dari kanan yang jelas kedua mobil tersebut berlawanan arah,” kata salah seorang warga yang berada dilokasi kepada The Abdyanews.com, pasca kejadian itu.
Dia menjelaskan, Mobil Kijang Toyota tersebut melaju dari arah Balngpidie menuju Tapaktuan dan mobil Angkot (Labi-labi) yang membawa sejumlah penumpang melaju dari arah Tapaktuan menuju Blangpidie. Namun apa boleh buat, ketika berpas-pasan mobil dimaksud langsung bertabrakan ala laga kamibing. Akibatnya, kondisi kedua mobil tersebutpun ringsek di bagian depan dan samping.
Ketiak The Abdyanews.com menelusuri lebih jauh kronologi kejadian tersebut, warga sekitar mengaku tidak tahu persis bagaimana kronologi kejadian dimaksud. Sebab mengetahu kejadian itu setelah keduanya saling bertabrakan. “Saya melihat kedua mobil tersebut tidak melaju dengan kecepatan tinggi, tapi tiba-tiba saja sudah terjadi benturan denga suara yang luar biasa, sehingga membuat masyarakat di desa Keude Siblah kaget dan langsung berhamburan keluar ruamah untuk memastikan suara tersebut,” kata warga tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa, beberapa saat pasca kejadian itu, Personel Polisi dari Satuan Lalulintas Polres Abdya langsung turun kelokasi untuk mengamankan kedua unit mobil tersebut. Kasat Lantas Polres Abdya, Iptu Pol Awang Bayu Marantika yang di hubung wartawan membenarkan kejadian itu dan dirinya mengakan tidak ada korbvan jiwa dalam insiden tersebut. “Tidak ada korban, Cuma mobilnya saja yang ringsek,” kata Awang Bayu.(jol)
Informasi yang berhasil di himpun The Abdyanews.com, dilapangan menyebutkan, kejadian naas itu terjadi ketika mobil jenis Kijang dengan nomor Polisi (Nopol) BL 785 T yang melaju dari Blangpidie Tapaktuan, Aceh selatan, bertabrakan dengan sebuah mobil penumpang jenis Labi-labi BL 1310 A di jalan dimaksud. “Mobil yang bertabrakan itu berbeda jalur, yang satu jalur kiri dan satunya lagi dari kanan yang jelas kedua mobil tersebut berlawanan arah,” kata salah seorang warga yang berada dilokasi kepada The Abdyanews.com, pasca kejadian itu.
Dia menjelaskan, Mobil Kijang Toyota tersebut melaju dari arah Balngpidie menuju Tapaktuan dan mobil Angkot (Labi-labi) yang membawa sejumlah penumpang melaju dari arah Tapaktuan menuju Blangpidie. Namun apa boleh buat, ketika berpas-pasan mobil dimaksud langsung bertabrakan ala laga kamibing. Akibatnya, kondisi kedua mobil tersebutpun ringsek di bagian depan dan samping.
Ketiak The Abdyanews.com menelusuri lebih jauh kronologi kejadian tersebut, warga sekitar mengaku tidak tahu persis bagaimana kronologi kejadian dimaksud. Sebab mengetahu kejadian itu setelah keduanya saling bertabrakan. “Saya melihat kedua mobil tersebut tidak melaju dengan kecepatan tinggi, tapi tiba-tiba saja sudah terjadi benturan denga suara yang luar biasa, sehingga membuat masyarakat di desa Keude Siblah kaget dan langsung berhamburan keluar ruamah untuk memastikan suara tersebut,” kata warga tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa, beberapa saat pasca kejadian itu, Personel Polisi dari Satuan Lalulintas Polres Abdya langsung turun kelokasi untuk mengamankan kedua unit mobil tersebut. Kasat Lantas Polres Abdya, Iptu Pol Awang Bayu Marantika yang di hubung wartawan membenarkan kejadian itu dan dirinya mengakan tidak ada korbvan jiwa dalam insiden tersebut. “Tidak ada korban, Cuma mobilnya saja yang ringsek,” kata Awang Bayu.(jol)
Selasa, 29 Maret 2011
Meneropong Kerukunan di Kabupaten Dua Bahasa
Posted by STRUKTUR
01.49, under Harian Serambi Indonesia | No comments
JIKA pertama kali anda berkunjung ke Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), tentunya anda akan merasa heran mendengar dialek dan bahasa yang digunakan oleh warga setempat. Betapa tidak, Abdya yang merupakan kabupaten pemekaran dari Aceh Selatan ini memiliki dua bahasa yang berbeda, yaitu, bahasa Aneuk Jamee (bahasa Minangkabau) dan bahasa Aceh dialek Padang. Masyarakat yang hidup dengan asal-usul etnis dan bahasa yang berbeda itu hingga kini masih tampak rukun dalam membina hubungan kemasyarakatannya. Sebab, perselisihan antaretnis itu tidak pernah terjadi di kabupaten berjulukan ‘Nageri Breuh Sigupai’ ini, kendati mereka berasal dari daerah dan suku yang berbeda.
Badai Terjang Abdya, Lima Rumah Rusak
Posted by STRUKTUR
00.16, under Harian Serambi Indonesia | No comments
Tue, Mar 29th 2011, 10:33
Badai Terjang Abdya, Lima Rumah Rusak
* Ratusan Boat Aceh Utara tak Melaut
![]() |
| Add caption |
Lima unit rumah warga Gampong Pulau Kayu dan Padang Baru, Susoh, Abdya rusak parah diterjang badai disertai hujan, Senin (28/3) sore. SERAMBI/ZAINUN
Penegakan Syariat Islam Masih Setangah Hati
Posted by STRUKTUR
00.13, under Harian Aceh | No comments
Penegakan Syariat Islam Masih Setangah Hati
Blangpidie | Harian Aceh - Penerapan Syariat Islam yang diberlakukan di Aceh melalui UU No.44 tahun 1999 dan UU No.18 tahun 2001 dinilai masih dijalankan setengah hati. Hal itu terjadi akibat tidak adanya keinginan politik (political will) dari Pemerintah Aceh dan semua pihak untuk menjalankan Syariat Islam secara khafah.
PAD dari Pertambangan di Abdya Tidak Jelas
Posted by STRUKTUR
00.12, under Harian Aceh | No comments
PAD dari Pertambangan di Abdya Tidak Jelas
Blangpidie | Harian Aceh - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) mulai menyorot pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan. Pasalnya dari sekian banyak perusahaan pertambangan yang beroperasi di daerah itu namun tidak diketahui berapa pemasukan ke kas daerah.
Ketua Komisi-A DPRK Abdya, Reza Mulyadi, mengungkapkan keheranannya tentang kenekatan salah satu perusahaan pertambangan yang beroperasi di Abdya yakni PT Juya Aceh Mining (PT JAM) yang melakukan kegiatan pertambangan biji besi dan telah mendatangkan kapal pengangkut untuk mengangkut hasil pertambangannya biji besi ke luar negeri. Padahal perusahaan tersebut diketahui masih mempunyai masalah dengan daerah terkait dengan beberapa hal termasuk masalah PAD.
Mark-up Harga Beras Miskin, Diputus Setahun, Jaksa Banding
Posted by STRUKTUR
00.10, under Harian Aceh | No comments
Mark-up Harga Beras Miskin, Diputus Setahun, Jaksa Banding
Calang | Harian Aceh – Jaksa menyatakan banding atas perkara penggelembungan (mark-up) harga beras miskin dengan terdakwa Geuchik Alue Kreung, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Ismail.
Sebelumnya, majelis hakim PN Calang, Aceh Jaya, pada sidang Senin (20/3), memvonis Ismail dengan hukuman setahun penjara, denda Rp200 juta dengan subsidair dua bulan.
Hukuman tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa lima tahun penjara dengan denda Rp200 juta. Akibatnya, pihak jaksa tidak terima dan menyatakan banding.
Tunjangan Profesi Guru Agama di Abdya Masih Misterius
Posted by STRUKTUR
00.09, under Harian Aceh | No comments
Tunjangan Profesi Guru Agama di Abdya Masih Misterius
Blangpidie | Harian Aceh – Tunjangan profesi guru agama Islam di wilayah Aceh Barat Daya (Abdya) untuk anggaran tahun 2010 hingga kini dilaporkan masih misterius, padahal data untuk penerimaan tunjangan tahun 2011 sudah mulai dikumpulkan.
Ketidakjelasan dana untuk tunjangan para pendidik di bidang keagamaan itu terjadi memasuki bulan keenam sejak puluhan guru agama di wilayah Abdya berdelegasi ke Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) setempat untuk mempertanyakan status dana tunjangan profesi (sertifikasi) untuk tahun anggaran 2010 yang hingga saat itu belum mereka terima.
Dua Jabatan Camat di Abdya Lowong
Posted by STRUKTUR
00.05, under Harian Serambi Indonesia | No comments
Tue, Mar 29th 2011, 08:56
Dua Jabatan Camat di Abdya Lowong
BLANGPIDIE- Dua jabatan camat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Camat Manggeng dan Camat Babahrot lowong setelah pejabat lama dimutasi menempati jabatan baru dalam pelantikan 93 pejabat eselon II, III IV jajaran Pemkab setempat, Kamis (24/3) lalu. Bupati diminta segera mengangkat pejabat baru untuk dua wilayah pemerintahan tersebut sehingga kegiatan pemerintahan tidak terganggu.
510 Petani Ikuti Sekolah Lapang Tanaman Kakao
Posted by STRUKTUR
00.03, under Harian Serambi Indonesia | No comments
Sat, Mar 26th 2011, 12:53
510 Petani Ikuti Sekolah Lapang Tanaman Kakao
BLANGPIDIE - Sebanyak 510 petani kakao (coklat) dari empat kecamatan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti Sekolah Lapang (SL) sejak November 2010 sampai Maret 2011. Kegiatan kerja sama Pemkab setempat dengan Swisscontact selama empat bulan tersebut ditutup Bupati Akmal Ibrahim di Komplek BPP Kuala Batee di Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Kamis (24/3). Dalam acara penutupan SL tersebut juga digelar lomba asah terampil atau demontrasi ilmu yang diperoleh petani selama mengikuti SL. Juara I, diperoleh Kelompok Tani (KT) SL Desa Pantee Rakyat. Juara II dan III masing-masing KT SL Desa Alue Peunawa dan KT SL Desa Gunung Samarinda, ketiganya dari Kecamatan Babahrot.
Hasil “Sidang Rakyat” Terabaikan Bupati Perintahkan TAPK Gunakan Flafon Anggaran 2010
Posted by STRUKTUR
00.01, under Harian Serambi Indonesia | No comments
Sat, Mar 26th 2011, 12:48
Hasil “Sidang Rakyat” Terabaikan
Bupati Perintahkan TAPK Gunakan Flafon Anggaran 2010
Aceh Barat Daya
Hasil “Sidang Rakyat” Terabaikan
Bupati Perintahkan TAPK Gunakan Flafon Anggaran 2010
Aceh Barat Daya
BLANGPIDIE – Hasil sidang pembahasan anggaran bersama rakyat yang berlangsung di halaman kantor Bupati Abdya beberapa waktu lalu, terkesan terabaikan begitu saja. Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim SH melalui surat tertanggal 26 Februari 2011 Nomor 900/290/II/2011, telah memerintahkan Ketua dan Anggota Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) Abdya untuk segera menggunakan Plafon Anggaran Tahun 2010 yang besarannya Rp 320-an miliar.
Senin, 28 Maret 2011
Julida Fisma Pimpin IMM Abdya
Posted by STRUKTUR
02.37, under | No comments
BLANGPIDIE - Julida Fisma akhirnya berhasil terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC-IMM) Abdya Priode 2011-2012, dalam Musyawarah Cabang (Musycab) VI, yang berlangsung secara aklamasi di Aula Arena Mote, Blangpidie, Minggu (26/03). Panitia pelaksana Musycab PC IMM Abdya, Zulfahmi menjelaskan pelaksanaan Kegiatan Musycab tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu di aula Arena Motel dan Wisma Safira Blangpidie. dalam pelaksanaan musyawarah tersebut Julida Fisma yang sebelumnya berposisi sebagai Kabid Hikmah PC IMM Abdya berhasil terpilih sebagai Ketua Umum PC-IMM Abdya priode 2011-2012 secara aklamasi.
Ada tiga pasangan kandidat yang muncul, masing-masing Ikhsan, Zulfahmizar, dan Julida Fisma. Musyawarah ini merupakan agenda penting yang dihadiri seluruh Pimpinan Komisariat IMM se-Abdya, dan IMM sebagai organisasi kader harus senantiasa melakukan regenerasi kader, musyawarah ini merupakan simbol bahwa akan lahir pemimpin-pemimpin bagi persyarikatan, umat dan bangsa nantinya,” jelas Zulfahmizar.
Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat Daya , Drs. Ramli Bahar dalam sambutannya menyatakan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organsiasi yang berbeda dengan organisasi lain.
IMM dalam setiap pelaksanaan kegiatannya selalu dimulai dengan segala keterbatasan. Karena IMM besar karena segala kekurangannya.
Inilah miniature perjuangan yang sesunggunhnya, yang mau melakukan kegiatan meskipun dengan segala kekurangan, dan dianalogikan pemimpin itu ibarat seekor ikan, ikan itu membusuk dari kepala dulu, begitu juga dengan pemimpin, baik atau tidaknya lembaga tergantung pada pemimpin,” paparnya, pada kesempatan yang turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Propinsi Aceh, Azhar itu.
Julida Fisma yang ditanyai Serambi secara terpisah menyatakan, IMM sudah saatnya menorehkan tinta emas dalam membangun peradaban yang lebih baik lagi sebagai organisasi kemahasiswaan.
Terkait dengan itu dirinya akan mengedepankan tradisi intelektual dan dakwah dalam mengoptimalkan kinerja organisasi nantinya. Menanggapi Pilkada Abdya yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Julida Fisma berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar ikut serta dalam mengawal proses Pilkada ini sampai selesai.
Untuk diketahui, Musycab tersebut merupakan musyawarah tertinggi di tingkatan cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang merupakan agenda rutinitas tahunan dan harus dilaksanakan setiap satu kali setahun. Pelaksanaan musycab ini tidak hanya sebagai agenda seremonial pergantian kepemipinan, tetapi yang jauh lebih penting dari semua itu adalah Musycab sebagai langkah evaluasi sekaligus refleksi program kerja organisasi selama satu tahun kepengurusan sebelumnya.(tz)
Ada tiga pasangan kandidat yang muncul, masing-masing Ikhsan, Zulfahmizar, dan Julida Fisma. Musyawarah ini merupakan agenda penting yang dihadiri seluruh Pimpinan Komisariat IMM se-Abdya, dan IMM sebagai organisasi kader harus senantiasa melakukan regenerasi kader, musyawarah ini merupakan simbol bahwa akan lahir pemimpin-pemimpin bagi persyarikatan, umat dan bangsa nantinya,” jelas Zulfahmizar.
Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat Daya , Drs. Ramli Bahar dalam sambutannya menyatakan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organsiasi yang berbeda dengan organisasi lain.
IMM dalam setiap pelaksanaan kegiatannya selalu dimulai dengan segala keterbatasan. Karena IMM besar karena segala kekurangannya.
Inilah miniature perjuangan yang sesunggunhnya, yang mau melakukan kegiatan meskipun dengan segala kekurangan, dan dianalogikan pemimpin itu ibarat seekor ikan, ikan itu membusuk dari kepala dulu, begitu juga dengan pemimpin, baik atau tidaknya lembaga tergantung pada pemimpin,” paparnya, pada kesempatan yang turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Propinsi Aceh, Azhar itu.
Julida Fisma yang ditanyai Serambi secara terpisah menyatakan, IMM sudah saatnya menorehkan tinta emas dalam membangun peradaban yang lebih baik lagi sebagai organisasi kemahasiswaan.
Terkait dengan itu dirinya akan mengedepankan tradisi intelektual dan dakwah dalam mengoptimalkan kinerja organisasi nantinya. Menanggapi Pilkada Abdya yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Julida Fisma berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar ikut serta dalam mengawal proses Pilkada ini sampai selesai.
Untuk diketahui, Musycab tersebut merupakan musyawarah tertinggi di tingkatan cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang merupakan agenda rutinitas tahunan dan harus dilaksanakan setiap satu kali setahun. Pelaksanaan musycab ini tidak hanya sebagai agenda seremonial pergantian kepemipinan, tetapi yang jauh lebih penting dari semua itu adalah Musycab sebagai langkah evaluasi sekaligus refleksi program kerja organisasi selama satu tahun kepengurusan sebelumnya.(tz)

