Selasa, 29 Maret 2011

510 Petani Ikuti Sekolah Lapang Tanaman Kakao

Posted by STRUKTUR 00.03, under | No comments

Sat, Mar 26th 2011, 12:53

510 Petani Ikuti Sekolah Lapang Tanaman Kakao

BLANGPIDIE - Sebanyak 510 petani kakao (coklat) dari empat kecamatan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti Sekolah Lapang (SL) sejak November 2010 sampai Maret 2011. Kegiatan kerja sama Pemkab setempat dengan Swisscontact selama empat bulan tersebut ditutup Bupati Akmal Ibrahim di Komplek BPP Kuala Batee di Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Kamis (24/3). Dalam acara penutupan SL tersebut juga digelar lomba asah terampil atau demontrasi ilmu yang diperoleh petani selama mengikuti SL.  Juara I, diperoleh Kelompok Tani (KT) SL Desa Pantee Rakyat. Juara II dan III masing-masing KT SL Desa Alue Peunawa dan KT SL Desa Gunung Samarinda, ketiganya dari Kecamatan Babahrot.     

Kelompok Tani yang meraih juara mendapat piagam diserahkan Bupati Akmal Ibrahim dan hadiah dari Manajer Swisscontact Aceh, Mamfred Borrer, yang hadir dalam acara penutupan SL. Pada kesempatan yang sama, Bupati Abdya juga meresmikan Distrik Clinic Cakou (DCC) dalam Kompleks BPP Kuala Batee. DCC dimaksud merupakan tempat pertemuan para petani kakao untuk berkonsultasi tentang banyak hal menyangkut budidaya tanaman kakao. Kadis Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Abdya, Ir Muslim Hasan MSi menjelaskan, kegiatan SL Angkatan I, diikuti 17 kelompok tani (510 petani) dari empat kecamatan, Babahrot, Kuala Batee, Blangpidie dan Tangan-Tangan. Kegiatan selama empat bulan sejak November 2010 itu, peserta yang berasal dari 17 desa, itu dilatih oleh sejumlah totor yang sudah terlatih.

“Mereka (peserta) dilatih selama 16 kali pertemuan atau selama empat bulan. Pengetahuan diperoleh selama SL sudah dimontrasikan melalui asah terampil dan hasilnya sangat memuaskan,” kata Kadishutbun, Muslim Hasan kepada Serambi. Luas areal tanaman kakao di Kabupaten Abdya tidak kurang dari 6.000 hektare. Sekitar 2.000 hektare di antaranya sudah berumur lebih 4 tahun, dan sudah kurang produktif. Agar tanaman tersebut produktif kembali, maka petani perlu dilatih tentang teknik sambung samping terhadap tanaman kakao dengan menggunakan klon atau tunas unggul tanaman yang didatangkan dari Sulawesi dan Sumut.(nun)
 
Sumber Berita : http://aceh.tribunnews.com/news/view/52410/510-petani-ikuti-sekolah-lapang-tanaman-kakao 

0 komentar:

Posting Komentar

Tags

Blog Archive