510 Petani Ikuti Sekolah Lapang Tanaman Kakao
Kelompok Tani yang meraih juara mendapat piagam diserahkan Bupati Akmal Ibrahim dan hadiah dari Manajer Swisscontact Aceh, Mamfred Borrer, yang hadir dalam acara penutupan SL. Pada kesempatan yang sama, Bupati Abdya juga meresmikan Distrik Clinic Cakou (DCC) dalam Kompleks BPP Kuala Batee. DCC dimaksud merupakan tempat pertemuan para petani kakao untuk berkonsultasi tentang banyak hal menyangkut budidaya tanaman kakao. Kadis Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Abdya, Ir Muslim Hasan MSi menjelaskan, kegiatan SL Angkatan I, diikuti 17 kelompok tani (510 petani) dari empat kecamatan, Babahrot, Kuala Batee, Blangpidie dan Tangan-Tangan. Kegiatan selama empat bulan sejak November 2010 itu, peserta yang berasal dari 17 desa, itu dilatih oleh sejumlah totor yang sudah terlatih.
“Mereka (peserta) dilatih selama 16 kali pertemuan atau selama empat bulan. Pengetahuan diperoleh selama SL sudah dimontrasikan melalui asah terampil dan hasilnya sangat memuaskan,” kata Kadishutbun, Muslim Hasan kepada Serambi. Luas areal tanaman kakao di Kabupaten Abdya tidak kurang dari 6.000 hektare. Sekitar 2.000 hektare di antaranya sudah berumur lebih 4 tahun, dan sudah kurang produktif. Agar tanaman tersebut produktif kembali, maka petani perlu dilatih tentang teknik sambung samping terhadap tanaman kakao dengan menggunakan klon atau tunas unggul tanaman yang didatangkan dari Sulawesi dan Sumut.(nun)
0 komentar:
Posting Komentar