Minim Dana, KIP Abdya Masih ‘Tidur’
Mawardi, salah seorang pengurus Partai Nasional (Parnas) di Abdya kepada Harian Aceh, Kamis (7/4) menyayangkan kinerja KIP Abdya yang belum melakukan tanpa melakukan tahapan-tahapan pemilukada. “Jangankan tahapan-tahapan, sosialisasi saja belum dijalankan pihak KIP Abdya,” kata Mawardi.
Sebelumnya lanjut Mawardi, KIP Abdya melalui ketuanya sudah pernah mengeluarkan pernyataan bahwa pada awal bulan April 2011 akan segera melakukan sosialisas plus tahapan-tahapan dalam mematangkan persiapan menghadapi pemilukada mendatang. “Tapi sampai saat ini sosialisasi itu belum juga dilaksanakan, kalau memang ada kendala pihak KIP harus ngomong ke media biar publik tahu,” harapnya.
Ketua KIP Abdya Nazli S.Ag membantah pihak KIP Abdya belum bekerja. Ia mengatakan qanun tentang pemilukada belum disahkan oleh DPRA. “Belum disahkan kok, masih rancangan,” jelasnya.
Dijelaskan Nazli, untuk menghadapi Pemilukada 2011 ini, pihak KIP Abdya sudah mengajukan anggaran ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya sebesar Rp12 miliar untuk putaran pertama, kemudian setelah dirasionalisasi dengan KIP Aceh anggaran yang diajukan menjadi Rp10 miliar. “Akan tetapi kita ketahui pihak Pemkab Abdya menganggarkan anggaran pemilukada untuk putaran pertama ini sebesar Rp5 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2011 ini,” ujarnya.
Sedangkan sisa Rp5 miliar lagi tambahnya dijanjikan Pemkab Abdya akan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten-Perubahan (APBK-P) tahun 2011, dan jika terjadi pemilukada putaran kedua pihaknya sudah menyiapkan usulan anggaran sebesar Rp3 miliar. “Total anggaran yang kita butuhkan untuk pemilukada dua kali putaran adalah sebesar Rp13 milyar,” lanjutnya.
Setelah dana tersebut disetujui oleh pihak dewan Abdya lanjutnya, anggaran dana untuk pemilukada itu akan disepakati bersama antara bupati kepala daerah dengan ketua KIP setempat yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditanda tangani oleh Bupati dan Ketua KIP. “Untuk lebih jelasnya silakan hubungi bapak asisten-1 setdakab Abdya yang membidangi pemerintahan,” pungkas Nazli.
Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Asisten-1 Setdakab Abdya M Nasir AG SH belum berhasil ditemui Harian Aceh di kantornya karena sedang tidak berada di tempat, ponsel yang dihubungi pun sedang dalam keadaan tidak aktif.(fri)
Sumber Berita : http://harian-aceh.com/2011/04/08/minim-dana-kip-abdya-masih-%E2%80%98tidur%E2%80%99
0 komentar:
Posting Komentar