Jumat, 25 Maret 2011

Pemkab Dinilai tak Serius Kelola Sekolah Bantuan Jerman

Posted by STRUKTUR 03.28, under | No comments

Pemkab Dinilai tak Serius Kelola Sekolah Bantuan Jerman

BLANGPIDIE – Pihak NGO Jerman ‘Help’ menyatakan rasa kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya yang tak serius mengelola sekolah bantuan dari mereka. Pasalnya, SMP 3 Kuala Batee bantuan Help di Desa Harapan, Kecamatan Kuala Batee, yang difungsikan sejak setahun lalu hanya dua orang guru yang berstatus PNS ditempatkan di SMP tersebut, malah salah satu diantaranya sering tidak masuk.

“Kami menilai Pemkab Abdya kurang serius mengelola sekolah bantuan yang kami berikan. Buktinya, setelah fisiknya kami lengkapi, Pemkab Abdya belum juga memenuhi kebutuhan guru di SMP ini, sehingga kami merasa Pemkab Abdya telah menyia-nyiakan bantuan yang diberikan,” kata Koordinator Proyek Help (Hilfe zur Selbsthilfe e.v.), Friedhelm Simon, yang didampingi juru bicaranya Ulfa Triyantika, kepada Serambi, Selasa (22/2), disela kunjungannya ke SMP tersebut.

Friedhelm Simon mengatakan, maksud kunjungannya ke SMP tersebut selain untuk meninjau perkembangan SMP bantuan Jerman itu juga berniat melengkapi kembali fasilitas di SMP tersebut. Namun melihat kondisi yang terjadi, pihaknya terpaksa menunda program lanjutan untuk SMP itu. “Sebenarnya kita ingin membawa komputer, dan melengkapi fasilitas yang belum lengkap seperti prabotan guru/kelas dan perpustakaan beserta bukunya. Namun karena respon Pemkab terhadap bantuan kita ini terlihat sangat kurang, terpaksa bantuan itu kita pending dulu,” kata Friedhelm yang diterjemahkan oleh jurubicaranya Ulfa Triyantika.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihaknya dengan Pemkab Abdya, untuk penyediaan fisik seluruhnya ditanggung oleh NGO Jerman ‘Help’ sedangkan untuk kebutuhan non fisik, seperti penyediaan tenaga pengajar di SMP dimaksud sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Abdya. Namun hampir setahun proses belajar mengajar di SMP tersebut berlangsung, Pemkab Abdya belum juga melengkapi tenaga guru di SMP tersebut.

Ulfa Triyantika mengakui bahwa Kepala Sekolah SMP 3 Kuala Batee Muhammad Isa, sudah berusaha keras merawat dan menjaga SMP bantuan Jerman itu, dan dirinya juga mengatakan untuk memenuhi kebutuhan guru di SMP tersebut Muhammad Isa juga sudah merangkul beberapa tenanga honor untuk mengabdi di SMP itu, namun upaya itu menurutnya tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya perhatian serius dari Pemkab Abdya melalui dinas terkait.

“Kalau honorer keterikatannya kan tidak kuat, untuk itu kita berharap Pemkab Abdya melalui dinas terkait bisa menempatkan tenaga pengajar tetap di SMP ini. Apalagi fasilitas yang kita sediakan sudah sangat memadai,”tambah Ulfa.

Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Maiyuli RH yang dikonfirmasi Serambi via telepon selulrnya berjanji akan segera merespon permintaan NGO Jerman tersebut dan pihaknya berjanji akan menurunkan tim untuk mengecek kebutuhan guru di SMP tersebut. “Sebenarnya bukan kita kurang respon terhadap kondisi itu, namun saat ini kita (Abdya) masih sangat kekurangan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan untuk tahun 2011 ini kita juga sudah penambahan guru untuk bidang tersebut,” paparnya.

Untuk itu dirinya juga berharap supaya pihak NGO Jerman itu bisa memaklumi kondisi itu, karena yang terjadi saat ini bukan tidak adanya keseriussan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di SMP tersebut melainkan guru bidang studi tertentu masih sangat minim di Abdya.(tz)

0 komentar:

Posting Komentar

Tags

Blog Archive